Apa itu MVC dan kenapa harus MVC ? (part 1)

Pernah membuat sebuah program dengan pola penulisan code apa adanya yang penting jadi, meski semua baris perintah tersebut terletak dalam 1 file saja. Jika iya berarti kita sama, terus kira-kira apa yang salah dengan pola penulisan tersebut, kan yang penting program bisa jalan seperti yang diinginkan dan tidak error.

Tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut tapi perlu digaris bawahi program yang tidak error bukan berarti progam tersebut bebas dari masalah.  loh kok bisa ? sekarang kita akan coba berdiskusi disini mengapa hal itu bisa terjadi. Coba kita amati contoh di bawah ini

Dari contoh di atas coba bayangkan, jika code proses pencarian data masuk lebih dari 1000 baris dan code penampilan data tersebut cukup rumit yang mengakibatkan penulisan code bisa lebih dari 500 baris.

Mungkin hal tersebut bagi sebagian orang yang single fighter tidak ada masalah karena daya ingat mereka yang di atas rata-rata, tapi coba bayangkan jika code tersebut dilanjukan oleh orang lain atau di kerjakan oleh orang banyak, mungkin seluruh penghuni kebun binatang akan di absen satu persatu oleh meraka karena sulitnya memahami sebuah code yang terlalu rumit atau kompleks yang pada akhirnya akan berakibat memperlambat proses pengembangan.

Untuk mengatasi hal tersebut mungkin kita bisa mengelompokkan code tersebut berdasarkan komponen utamanya seperti data (Model) dan tampilan (View) atau bisa kita sebut dengan istilah MVC di mana C adalah Controller yang bertugas untuk menghubungkan antara View dan Model.

Dengan mengelompokan code berdasarkan komponen utamanya ada kemungkinan team sedikit terbantu karena code tersebut sudah tersusun dengan rapi dan team juga bisa kerja paralel tanpa harus menunggu kode yang lain selesai 100%.

Sekarang coba kita kelompokan code di atas berdasarkan komponen utamanya.

Apakah contoh di atas sudah mengambarkan proses MVC ? secara sederhana mungkin iya tapi masih banyak yang harus di perbaiki atau di tata ulang supaya solusi tersebut tidak hanya berlaku untuk satu kasus saja (read: 1 file MVC). Next part kita akan coba berdiskusi tentang pembuatan mvc lebih komplek seperti adanya router, autoloader.

Kesimpulan :
MVC adalah sebuah pola yang mengelompokkan code berdasarkan komponen utamanya seperti data (Model), tampilan (View) dan controller sebagai penghubung keduanya, dengan melakukan hal tersebut maka programmer baik perorangan atau kelompok akan lebih mudah mengembahkan dan merawat code program yang sudah dibuatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *