belajar bahasa inggris (di balik layar – preface)

Surabaya, cuaca hari ini mendung, entah angin apa yang menuntunku untuk menulis cerita ini, cerita dimana aku bertanya-tanya kenapa pelajaran yang diberikan sejak sd kelas 6 sampai sekarang yang hampir 15 tahun lebih tak pernah kunjung bisa aku kuasai.

Pelajaran yang aku maksud adalah pelajaran bahasa inggris, sudah banyak cara yang pernah aku coba untuk menaklukan pelajaran ini, dengan cara mengartikan semua kosa kata di dalam lembar kerja sekolah (lks) kemudian menghafalnya. mengikut group kursus yang teman-teman sma ikuti, sampai-sampai belajar private perorangan ke teman sendiri pernah aku coba lakukan, tapi tetap hasil yang aku gapai adalah aku kurang begitu memahami bagaimana cara menggunakan bahasa inggris ini dengan baik dan benar.

Aku pun mencoba berfikir sejenak apakah aku kurang begitu serius dalam belajar hal ini, apakah aku perlu mengikuti kursus bahasa inggris lagi tapi dengan standart yang lebih elit untuk menemukan methode pembelajaran terbaik, di sini aku sedikit menemukan titik terang, bahasa itu bukan hanya sebatas pengetahuan, bahasa adalah sebuah (habit) kebiasaan, yang harus di lakukan secara terus menerus bukan secara instan oleh karena itu berada di lingkungan yang tepat akan mempercepat dalam proses memahaminya dan menjadikan bahasa tersebut sebagai hal yang alami.

Mungkin salah satu cara untuk mendukung hal tersebut adalah dengan sering-sering membuat catatan kecil kemudian praktek dan bisa juga dengan membuat cerita dalam bahasa inggris. semoga saja saya bisa menjadikan bahasa ini sebagai salah satu kebiasaan saya ? biar kalo dapat job/kerja di luar negeri atau ngobrol sama client orang asing tidak tengok kanan tengok kiri cari kamus berjalan ?

2 thoughts on “belajar bahasa inggris (di balik layar – preface)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *